Senin, 17 Desember 2012

IMPOSSIBLE LOVE (chapter 4 - end)


Author            :   Lee Hyunne (@radeninee)
Casts              :   Lee Hyukjae (Eunhyuk), Lee Hyunne (OC), SUPER JUNIOR, Donghae, Siwon, Heechul, Leeteuk, SUPER JUNIOR
Genre             :   Romance Comedy
Rating            :   G
Lengh             :   Chaptered
Disclaimer     :   this is my story, this is my adventures, welcome to my fanfiction!
 


Hyunne’s POV
Dua jam sebelum konser, kini aku dan teman-temanku sudah ada di luar GOR Senayan dan menunggu pintu dibuka. Kami sangat gugup, ini adalah sushow pertama di Indonesia. Apalagi aku, akan bertemu dengan Eunhyuk ku, dan menunggu kejutan dari Hyukkie oppa.
Aish aku merinding melihat banyak sekali ELF disini, hampir semuanya memakai baju berwarna biru, begitu pun aku. Dan lightstick, hampir semua yang ada disini memegang lightstick, aku pasti akan merinding melihat lautan shapire blue di dalam nanti, dan aku pun akan menjadi bagian dari lautan indah itu.
Tiba-tiba ada email untukku, dari Hyukkie oppa. Aish muncul juga dia setelah dari tadi sore tidak membalas emailku dan membuatku penasaran. ‘Hyunne-ah, berapa nomor tiketmu?’
Aku membalas dengan heran, untuk apa dia menanyakan itu? ‘oppa kemana sajaa? 8604040105, untuk apa oppa menanyakannya?
Dia membalas singkat, ‘lihat saja nantiJ
Aish orang ini, aku sangat penasaran. ‘oppaa? Apa yang akan kamu lakukaann??’ dan seperti dugaanku dia tidak membalas emailku lagi.
Akhirnya pintu pun dibuka, aku melupakan kejadian tadi dan kami mengantri untuk mnyerahkan tiket. Penjagaan nya sangat ketat, kami benar-benar diatur agar mengantri dengan baik. Jika ada yang rusuh, langsung ditarik oleh petugas keamanan.
Antriannya sangat panjang, walaupun ada 10 pintu yang dibuka, ELF tak ada habisnya. Namun, tidak ada yang rusuh disini, kami semua menurut, tidak seperti ketika aku menonton bola, rusuhnya bukan main. Aku bangga menjadi ELF Indo.
Akhirnya tiba giliranku, aku menyerahkan tiket. Penjaga pintu nya bertanya, “8604040105? Apa namamu Anne? Atau Lee Hyunne?” dia bertanya dengan ramah.
“iya Mbak, kenapa emang? Kok Mbak tau?” aku terheran-heran.
Mbak itu beralih ke halkietalkie nya, dia berbicara pada seseorang disana dan menyebut-nyebut namaku. Dan mbak itu langsung menyuruhku menunggu di sampingnya.
“eh Hyunne? Waeyo?” Jenny kaget melihatku tidak boleh masuk.
“Mullayo. Aku jg gatau Jen disuruh mbaknya. Yaudah kamu duluan aja gih sama yang lain tag-in tempat nanti aku nyusul” aku menjelaskan.
“Mbak temen saya jangan di apa-apain ya nanti di omelin Eunhyuk loh Mbak. Yaudah Ne cepet ya ditunggu di dalem.” Ujar Jenny sambil menggoda mbak penjaga loket itu, mbaknya hanya senyum-senyum.
Tak beberapa lama kemudian, seorang ahjussi datang, sepertinya dia ketua penyelenggara sushow Indonesia, aku melihat nametag nya. Aku jadi deg-degan, aduuhh untuk apa si aku ada disini?
“Lee Hyunne? Atau.. Anne?” dia menghampiriku dan memanggil namaku untuk meyakinkan.
“eh? Iya, aku Hyunne. Maaf, anda siapa? Tau nama saya darimana?” aku heran dan sangat bingung.
“Kamu tidak perlu tau, sekarang ayo ikut saya.” Dia tersenyum dan mempersilahkanku.
“eh? Mau kemana pak? Tempat saya disana, teman-teman saya juga sudah menunggu.” Aku makin bingung sekarang.
“oh kamu bersama teman-temanmu? Ada berapa orang?” dia bertanya.
“Hem 5 pak, memangnya mau kemana si pak?” aku kini makin penasaran, apakah ini salah satu kejutan dari Hyukkie oppa?
“baiklah, ikut saja dulu dengan saya. Nanti teman-temanmu akan saya panggil juga.” Dia meyakinkanku.
“Baiklah..” aku pasrah ditengah rasa bingung ini.
Aku di antar ke tempat yang sangat tidak aku duga, tempat duduk VVIP!! Tempat ini masi agak sepi, pasti orang-orang yang duduk disini sangat santai untuk datang karena tidak perlu berdesak-desakan untuk masuk. Aku yakin banyak artis yang duduk disini.
Aigoo, tempat ini begitu dekat dengan panggung, sangat mungkin jika SUPER JUNIOR menghampiri orang-orang yang duduk disini. semua penjuru panggung yang luas dapat terlihat dari sini. Tempat duduknya pun sangat nyaman. Aku sangat ingin duduk disini, tapi itu hanya mimpi karena yang kupunya hanya tiket festival.
“Hyunne, silahkan duduk di bangku paling depan.” Tiba-tiba ahjussi itu membuyarkan kekagumanku pada tempat ini.
“hah? Maksudnya pak?” aku tidak mengerti.
Dia tersenyum, “iya ini tempat dudukmu dan teman-temanmu. Sudah ya aku tinggal dulu. Itu teman-temanmu sudah datang. Selamat menikmati Super Show ini.” Dia membungkuk lalu pergi.
Aku yang masih terheran-heran tidak bisa berbuat apa-apa, hanya diam dengan mata melotot dan mulut agak terbuka, tidak mempercayai apa yang terjadi. “HYUNNE!! Aigo! saranghae!” jenny tiba-tiba membuyarkan ketidakpercayaanku itu, lalu dia memelukku erat.
“eh? Kenapa jen?” aku agak kaget.
“Hyunne! Kamu hebat! Berkat kamu, kita sekarang bisa duduk di tempat VVIP Ne! ah gomapta chinguuu!” dia kembali memelukku.
“eh? Aku juga gak tau kenapa bisa, aku..” belum selesai aku berbicara, Jenny langsung memotongnya.
“sudahlah jangan dipikirkan, yang penting kita sekarang harus bersenang-senang!” ujarnya sambil nyengir lalu menarikku ke bangku kami.
--------------------------------------------------------------------------
Eunhyuk’s POV
Sushow pun dimulai. Kami menampilkan lagu pertama, kedua dan ketiga. Sejauh ini lancar. Namun aku resah, aku selalu melirik kearah tempat duduk VVIP itu. Namun agak sulit di awal penampilan ini.
Dan kini saat nya introduction. Aku harus bisa melihatnya! Saat member-member lain memeperkenalkan diri, pandanganku terus menuju ke bangku VVIP itu. ya! Get it! Aku melihatnyaa! itu dia gadis yang kucintai, oh manisnya diaa.
“Eunhyuk-ah! Gaja gyeonglye (ayo cepat)!” iteuk hyung memanggilku yang sedang terpana, ELF pun histeris melihat kelakuan kami itu.
“oh haha..” aku nyengir, “mianhae. Se-la-mat ma-lam! Asa-lamu-ala-ikuuumm!” aku mencoba berbicara bahasa Indonesia untuk menyapa ELF, aku belajar kata-kata itu seharian penuh-_-. “Lee Hyuk Jae.” ELF histeris, aku membungkuk dan melontarkan sebuah kalimat dengan sangat pelan “saranghae Hyunne-ah..” tak ada seorang pun yang menyadarinya. Hanya para member yang mendengarnya. Mereka langsung menahan tawa untuk meledekku.
Donghae menepuk pundakku, aku tersenyum padanya dan kembali nyengir kearah ELF. Dan aku melihat Hyunne yang histeris melihat kami, dia terlihat sangat cantik, lebih cantik dari yang aku lihat di dunia maya.
Kini saatnya lagu ‘You and I’, aku mengambil kesempatan ini untuk mendekati Hyunne. Aku, Siwon dan Donghae berjalan beriringan menuju tempat duduk VVIP. Para ELF yang ada disana mulai histeris melihat kedatangan kami, termasuk Hyunne.
-----------------------------------------------------------------------
Hyunne’s POV
Dan sekarang lagu ‘You and I’, seharusnya mereka berkeliling stage dan menghampiri para ELF. Aku berharap mereka kesini, siapapun yang datang aku akan sangat senang. Apalagi jika yang datang Eunhyuk, astaga aku bisa pingsan.
“Ne, lihat! Siapa yang menuju kseini!! Aigo!! Aaaahhhhhhh!!” Jenny dan temanku yang lainnya mengguncang-guncangkan tubuhku dan berteriak histeris.
Aigo! Aku diam sesaat. Tidak percaya. Namun aku langsung tersadar dengan cepat saat melihat LEE HYUK JAE yang datang semakin dekat ke arahku. Dan aku hampir mati berdiri ketika dia melihat ke arahku lalu tersenyum sangat manis kepadaku.
Semua ELF yang ada disekelilingku melihat ke arahku dan berteriak histeris. Aigo apa yang terjadi? Astaga! Ya Tuhan! Apa ini mimpi? T-ta-ngan-ku.. d-di-p-pegang LEE HYUK JAE!! Aku merasakan tanganku mulai dingin, tubuhku gemetar dan suhu disini mulai panas. Aku hanya terpaku. Tak bisa teriak. Tak bisa bicara!
Sambil memegang tanganku, Eunhyuk bernyanyi. Donghae dan Siwon tertawa meledek Eunhyuk sambil melihat ke arahku. Entahlah aku tak mengerti dan aku tak peduli. Yang penting sampai sekarang Eunhyuk belum melepas tangannya! Ya Tuhan semenit lagi saja aku masih dipegang, aku benar-benar bisa mati berdiri.
Tiba-tiba pada part Leeteuk, dia malah memanggil Eunhyuk, “Eunhyuk-ah, kaja! Deiteu anieyo. Hahaha..”
“aish, ne hyung mianhae..haha..” Eunhyuk menjawabnya sambil tertawa lalu langsung melihat ke arahku dan dia kembali tersenyum.
“Saranghae..” Eunhyuk berkata lembut lalu mengecup tanganku. Lalu dia pergi diikuti Donghae dan Siwon sambil melanjutkan nyanyian mereka.
Aku masih bengong, tidak percaya apa yang barusan terjadi. Gemuruh histeris ELF yang melihat kejadian tadi tak membuatku tersadar dari ketidakpercayaanku ini. Semua berteriak “kau sangat beruntung!” tapi aku masih tetap bengong sampai akhirnya Jenny mengguncang-guncangkan badanku (lagi).
Setelah aku sadar, stage sudah kembali gelap. ELF yang tadinya berdiri mulai duduk kembali. Sekarang waktunya jeda beberapa menit untuk istirahat.
“Ne! sumpah kamu beruntung banget! Eunhyuk Ne!!!!” Jenny berteriak diikuti teman-temanku yang lain dan beberapa ELF ikut-ikutan walaupun aku tak mengenal mereka.
“iya.. ak-aku..j-juga masih ga percaya..” ujarku yang tergagap, “eh! kalian tadi dengar ga Leeteuk ngomong apa ke Eunhyuk?” tiba-tiba aku teringat.
“Denger! Tapi gatau artinyaaa… kamu mungkin tau Ne, kamu kan ngeti Hangeul.” Seru Jenny.
“Apa? Tadi aku masih bengong jadi samar-samar dengernya.” Aku penasaran.
“Kalo gak salah gini, Eunhyuk-ah, kaja! Deiteu anieyo.. kamu tau artinya ga ne?” Tanya Jenny.
Aku terdiam. ‘kaja! Deiteu anieyo? Ayo! Jangan pacaran? Maksudnya apa iteuk bilang gitu ke hyukjae?’ Aku mulai bertanya-tanya dalam hati.
“Ne? apa artinyaa? Kamu tau ga?” teman-temanku terus mendesakku.
Aku tersadar dari lamunanku, “eh? Ak-aku gatau, gak ngerti hehe..” aku berpura-pura bodoh dan membentuk jariku seperti v sign.
Tiba-tiba iphone ku berdering, ada email masuk. Dari Hyukkie oppa. ‘Hyunne, bagaimana tadi? Kamu senang kan? Sepertinya Eunhyuk mu juga mencintaimu.. tunggu yang selanjutnya yaa..kekekeke’
Hah? Apa maksudnya? Aku semakin curiga dengan Hyukkie oppa. Aku membalasnya. ‘hei oppa, apa maksudnya? Dan tadi yang Leeteuk bilang ke Eunhyuk, kamu pasti tau juga kan? apa maksudnya dia bilang begitu?’
Hyukkie oppa membalas dengan cepat, ‘:)<3 this is for you’. apa maksudnya? Aku semakin curiga dan penasaran.

-----------------------------------------------------------------------
Eunhyuk’s POV
Aku tersenyum melihat email dari Hyunne. Mianhae Hyunne, bersabarlah. Nanti pun kamu akan tahu yang sebenarnya. Aku meletakkan iphone ku dan merapikan jas hitamku. Lalu aku bergegas menuju panggung.
Ini salah satu kejutan dariku untuk Hyunne. aku gugup, aku takut penampilanku tak sesuai harapan. Tapi semua ini demi Hyunne! Aku naik ke panggung yang masih gelap, duduk di depan piano yang sudah disiapkan. Aku akan menyanyikan lagu ‘it has to be you’ milik Yesung hyung, aku sudah berlatih lagu ini dengan susah payah agar bisa meluluhkan hati Hyunne.
Lampu sorot mulai dinyalakan ke arahku, membuat seluruh ELF berteriak memanggil-manggil namaku. Aku melirik kearah tempat duduk Hyunne, lalu mulai memainkan jemariku pada piano itu.
“this is for you.. oneuldo nae gieokeul ddarahemaeda.. I gilggeuteseo seoseongineun na…” aku bernyanyi penuh penghayatan. Semoga Hyunne menyukai penampilanku ini.
“......neo hanaman saranghanikka..” aku menyelesaikan laguku dan langsung terdengar tepuk tangan serta histeria ELF yang meneriakkan namaku. Aku tersenyum puas. Aku mengambil mic ku lalu berjalan ke tengah panggung, lampu sorot masih mengikutiku ditengah gelapnya panggung.
“Kamsahamnida..” aku membungkuk 90 derajat, lalu kembali tegak, “hmm.. that song is for her who loves me, and I love her too..” aku tersenyum dan berjalan menuju belakang panggung. Masih terdengar suara ELF yang berteriak karna ucapanku tadi.
Di belakang panggung sudah ada para member yang menyambutku. Mereka bersorak dan menggodaku.
“Suaramu lumayan juga Hyuk! Hahaha.” Ledek Kangin hyung.
“Hei mister, your English is good! Hahahahah!” ledek Kyuhyun.
“Sudahlah, aku malu. Aku tadi sangat gugup..” mukaku memerah.
“Hahaha. Sudahlah ayo cepat kita ke posisi masing-masing. Hyukkie, siapkan bunga mawarmu cepat!” Leeteuk hyung menyuruhku.
“ne hyung..” aku bergegas.


Author’s POV
Penampilan solo dari Eunhyuk membuat Hyunne semakin jatuh cinta padanya. Tapi kalimat yang diucapkan Eunhyuk pada akhir penampilannya membuat Hyunne kecewa.
‘Siapa ‘her’ yang dimaksud Eunhyuk? Aigo dalam satu jam perasaanku yang tadinya berbunga-bunga karna Eunhyuk berubah menjadi kecewa. Mungkin aku berkhayal terlalu tinggi, berharap menjadi pacar LEE HYUK JAE, seorang bintang besar. Mana mungkin? Dan Hyukkie oppa, mungkin dia hanya bercanda, ini semua hanya kebetulan. Kecurigaanku tentangnya itu tidak mungkin. Mana mungkin dia adalah LEE HYUK JAE?’
Hati Hyunne menjadi tidak karuan, dan untuk kesekian kalinya iphone nya berdering, Hyunne sudah dapat menebak itu pasti email dari Hyukkie oppa.
‘I sungani haengbokhae jeongmal naege waseo gomawo jeongmal nareul da julhan saram ojik neowa na nannana nannana baro neo..’
Sementara itu, di belakang panggung, member Super Junior sudah bersiap-siap memasuki panggung. Tinggal Eunhyuk yang masih sibuk dengan iphone nya. “Hyukjae? Sudah belum?” sang manager memanggil.
Eunhyuk datang membawa mawar putih di mulutnya, sambil merapikan bajunya. “aku siap hyung hehehe..” Eunhyuk nyengir.
“kamu sudah tampan Hyukjae, tidak perlu rapih-rapih lagi.” Ledek sang manager.
“gomawo hyung, doakan aku ya, ini puncaknya hehe..” Eunhyuk bergegas ke tempatnya.
Ya, inilah puncaknya, puncak dari seluruh kejutan yang dibuat Eunhyuk atau Hyukkie oppa. Dengan jeans, kaos putih bergambar dua pasang kekasih di bagian depan dan terdapat tulisan HYUKNE di bagian belakang, kalung bertuliskan hyuk miliknya, dan rambut blonde acak-acakan membuat dia terlihat sangat tampan.
Di tempat duduk VVIP, hyunne yang tak mengerti maksud Hyukkie oppa mengirimkan lirik lagu terakhir ‘All My Heart’ itu hanya bisa menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ya, seperti sebelumnya, pasti akan ada yang terjadi setelah Hyukkie oppa mengirimkan email.
Dan musik pun mulai terdengar, intro dari lagu ‘All My Heart’. Member Super Junior keluar satu per satu, dan menyebar ke segala penjuru stage konser. ELF yang dihampiri mereka teriak histeris.
Eunhyuk masih di atas panggung, sendiri. Sedangkan yang lainnya sudah pergi mengitari stage. Dia gugup, belum berani menghampiri Hyunne, padahal member yang lain sudah memberikan isyarat mata agar Eunhyuk cepat melakukan aksinya. Sama halnya dengan Hyunne, dia pun gugup. Entahlah mengapa, Hyunne gugup melihat mawar putih yang dibawa oleh Eunhyuk
Tibalah part rap Eunhyuk, dia masih berada di atas panggung. Sambil ngerap, dia menunjuk-nunjuk baju bagian depan dan belakangnya. Kamera pun berhasil mengambil gambar itu dan tentunya terlihat jelas di layar raksasa membuat ELF berteriak histeris.
Hyunne yang melihat tulisan HYUKNE langsung tersentak. Dia makin degdegan, walupun belum terjadi apa-apa padanya. Dan di tengah kegugupannya itu, dia melihat Eunhyuk berjalan ke arah  tempat duduk VVIP. Tidak, bukan ke tempat duduk VVIP, lebih tepatnya berjalan ke arahnya.
Hyukjae berjalan santai mengikuti alunan musik, menatap Hyunne dalam, dan tersenyum padanya. Hyunne mulai gemetar, dia membalas senyum Eunhyuk. Sepertinya dia tau semua jawaban yang daritadi terngiang di otaknya, semua kebingungannya, semua kecurigaannya akan terbongkar sekarang.
Eunhyuk makin mendekat, kedua muda-mudi yang sama-sama jatuh cinta itu kini saling menatap dalam. Seolah mereka tahu parasaan masing-masing satu sama lain. Kini Eunhyuk sudah benar-benar tepat berada di hadapan Hyunne, Eunhyuk tersenyum. Sama seperti sebelumya, para ELF histeris melihat kelakuan Eunhyuk itu.
Eunhyuk berlutut di hadapan Hyunne dan memegang tangan Hyunne. tiba-tiba musik berhenti dan lampu pun mati tepat sebelum bait terakhir dinyanyikan. Kini hanya lampu sorot yang dinyalakan ke arah Eunhyuk dan Hyunne.
Eunhyuk memberikan mawar putih yang dibawanya kepada Hyunne, “take it..” Eunhyuk tersenyum manis.
Dengan agak ragu, Hyunne mengambil bunga itu. “I sungani haengbokhae jeongmal naege waseo gomawo jeongmal nareul da julhan saram ojik neowa na nannana nannana baro neo..” Eunhyuk menyelesaikan bait terakhir dari lagu ‘All My Heart’ lalu menggandeng Hyunne menuju backstage.
Lampu kembali menyala diiringi oleh histeria dan tepuk tangan dari ELF. Di backstage, Eunhyuk langsung membawa Hyunne ke ruangan kosong yang sudah dipersiapkan khusus untuk acara ‘penembakan’. Para kru yang daritadi sudah mempersiapkan ruangan itu mempersilahkan Eunhyuk dan Hyunne masuk.
Pintu pun ditutup, kini tinggal mereka berdua yang ada di ruangan itu. ruangan itu dipenuhi oleh bunga mawar merah dan putih yang memenuhi lantai. Wangi dari mawar tersebut membuat suasan semakin romantis. Ditambah lagi terdapat balon-balon berbentuk hati berwarna merah muda yang melayang di langit-langit. Dan di tali-tali balon yang menggantung terdapat burung-burung yang terbuat dari kertas origami warna-warni yang digantungkan. Burung yang menggantung itu terlihat seperti tirai, tirai yang dapat menghubungkan ke dunia lain, dunia yang disebut cinta.
Belum berakhir kejutan Eunhyuk, tiba-tiba terdengar suara musik. Lantunan lagu SuJu KRY ‘She’ menyempurnakan suasana romantis itu. Eunhyuk menuntun Hyunne ke tengah ruangan, lalu tersenyum.
Eunhyuk mengambil sebuah balon yang menggantung, sebuah balon yang menarik perhatian Hyunne sejak pertama kali masuk ke ruangan itu. Sebuah balon berbentuk hati berwarna merah yang mencolok di antara balon-balon lainnya yang berwarna merah muda. Sebuah balon yang memiliki makna yang sangat dalam.
“please take it..” Eunhyuk memberikan balon itu, lalu Hyunne mengambilnya dengan senyum yang daritadi terus tersungging di bibirnya.
Perasaan Hyunne tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. ‘Is it a dream? Is it possible? Is it real?’ Hyunne terus bertanya-tanya tak percaya. Dia terharu dengan semua kejutan ini, hingga akhirnya dia menitikan air mata kebahagiaan.
Eunhyuk kaget melihat air mata Hyunne, “waeyo? Kamu tidak suka dengan ini semua, Hyunne-ah?”
“Aniyo..” Hyunne menggeleng pelan, “Ak..aku sangat terharu Eunhyuk-ssi..” Hyunne masih menangis.
“Uljimma..” Eunhyuk mengusap air mata Hyunne dengan lembut, lalu memeluknya.
“Hyunne-ah.. saranghaeyo, I love you, aku sayang kamu.. be my girl..” Eunhyuk berkata lembut pada Hyunne dan semakin memepererat pelukannya.
Hyunne terdiam, dia tak tahu harus berkata apa. Ini seperti mimpi baginya, Mimpi yang jadi kenyataan.
“dabbyeon (jawablah)…” Eunhyuk penuh harap.
Hyunne melepas pelukan mereka, mendadak suasana menjadi tegang. Hyunne terdiam sejenak, “n-nado..s-saranghae op-oppa.. I want, I want to be your girl..” Hyunne akhirnya berkata dengan lembut.
Eunhyuk tersenyum sangat lembut, sangat manis. “gomawoyo..” musik pun berubah, “Himdeulgo jichyuhidduhn naege himi dwejwosuh.. Geurigo hangsang naeyuhpe issuhjwosuh.. Ijeya marhaneyo gomapdago.. Geurigo geudaega issuhsuh haengbokhadago This is for you..”
Eunhyuk mengangkat dagu Hyunne, lalu mengecup keningnya, “now it is not an impossible love again.. saranghae Hyunne-ah..gomawoyo..” kemudian Eunhyuk mencium bibir Hyunne penuh rasa sayang.
Lagu ‘Thankyou’ dari Super Junior menemani malam romantis mereka. Malam yang tak akan terlupakan itu mereka lewati dengan penuh kebahagiaan, rasa sayang, dan rasa cinta. HYUKNE, isn’t impossible love again.
-THE END-
Thankyou for reading, hope you like it. please don’t be silent reader:) -radeninee-

Minggu, 16 Desember 2012

IMPOSSIBLE LOVE (chapter 3)

Author            :   Lee Hyunne (@radeninee)
Casts              :   Lee Hyukjae (Eunhyuk), Lee Hyunne/Anne (OC), Donghae, Siwon, Heechul, Leeteuk, SUPER JUNIOR
Genre             :   Romance Comedy
Rating            :   G
Lengh             :   Chaptered
Disclaimer     :   this is my story, this is my adventures, welcome to my fanfiction!

Hyunne’s POV
Setelah hari itu, hari dimana Eunhyuk meretweet semua mention ku untuknya, kini Eunhyuk selalu online setiap hari. Entah ini ulah Hyukkie oppa atau bukan, tapi tak bisa dibohongi aku sangat senang. Baru saja Eunhyuk men-tweet ‘I love you, saranghae:) aku akan datang sebentar lagi, tunggulah aku:)
DEEGGG!!! Hatiku sangat sakit membacanya, untuk siapa itu ditujukan? Apa dia sudah mempunyai pacar? ELF heboh melihat tweet tersebut, mereka mencoba menebak-nebak siapa wanita beruntung itu. Aku tidak ikut heboh di twitter, aku hanya terdiam, membisu, dan menangis!
Tiba-tiba datang seseorang, “Anyeoongg!” suaranya ku kenal, Jenny! “Masuklah..” teriakku sambil menghapus air mataku.
“Waeyo Ne? kamu nangis?” Jenny kaget melihat wajahku yang sangat sedih itu.
“Aniyo, aku gak nangis ko..” aku mencoba berbohong, namun hasilnya nihil.
“kamu pikir aku ini siapa? Aku tau Ne, aku ini sahabatmu. Ayolah ceritakan padaku apa yang terjadi?” Jenny menatapku meyakinkan, lalu aku memelukknya, dan menangis sejadi-jadinya, aku menceritakan semuanya padanya.
“ya ampun Hyunne, sudahlah jangan mikirin dia terus, lihat dirimu jadi begini kan, benar apa yang aku bilang dulu.” Jenny menepuk-nepuk punggungku.
“tapi.. aku tidak bisa Jen, dulu kamu bilang kamu akan mendukungku kan? Mengapa kau malah menyalahkanku sekarang?” aku melepaskan pelukanku.
“aish kamu ini, aku tidak menyalahkanmu, tapi memang ini sungguh terjadi kan Ne? sudah jangan menangis lagi, aku akan mebuatkan makanan untukmu, oke?” dia tersenyum padaku dan langsung pergi ke dapur.
Aku mengangguk dan menghapus air mataku, “Jenny?” aku tiba-tiba memanggilnya dan dia menoleh, “susu strawberry please..” aku meminta dengan wajah memohon. Aku sangat ingin susu strawberry ketika sedih, karna itu adalah minuman favorit Eunhyuk.
“TIDAK! Itu bisa membuatmu menangis lagi babo! Akan kubuatkan yang lain.” Ujarnya sambil berjalan lagi.
“Jahatnyaa..” aku memonyongkan bibirku, sedihku sedikit menghilang karna sahabatku yang konyol itu.
Aku tiba-tiba teringat Hyukkie oppa, hari ini aku belum menghubunginya, aku mengirim email lewat handphone ku, ‘Hyukkie oppa, sedang sibuk tidak? Aku mau bertanya sesuatu’
Aku tunggu beberapa menit, namun dia tidak membalas, mungkin dia sedang sibuk. Tiba-tiba Jenny memanggilku, “Hyunne?”
“Ne.. mwoya?” aku manjawab.
“Kamu sudah tau tentang jadwal sushow?” Jenny bertanya.
“Mollayo, emang Indonesia ada di list?” aku menjawab enteng, karena merasa tidak mungkin Indonesia ada di list jadwal Super Junior.
“Itulah tujuanku kesini!” jawabnya penuh semangat.
“Maksudmu?” aku masih tidak mengeri.
“Aish babo nyaa! Kita ada di list Sushow mereka, bahkan list pertama! Bulan depan! Kamu ini tidak update banget si?” tegas Jenny.
“MWO????” aku melongo mendengar penjelasan Jenny.
“Babo! Iyaa. Makanya kita harus siap-siap, tabungan mu sudah terkumpul kan?” ujar Jenny sambil mem-blender.
Aku tidak menghiraukan kata-katanya, aku masih melongo tidak percaya. Sampai bunyi hp ku menyadarkanku. Aigo! Aku melongo berapa lama tadi? Aku langsung melihat ada email, dari Hyukkie oppa tentunya, aku langsung membacanya. ‘mianhae Hyunne-ah, aku sedang berlatih tadi. Sekarang sedang istirahat, kamu mau tanya apa?’
Aku membalasnya, ‘mian oppa kalau aku mengganggu. Hmm, apa kamu tau siapa yang dimaksud Eunhyuk di tweet nya itu? apa dia sudah punya pacar? Kamu tau? Aku menangis ketika melihat itu, hatiku sangat sakit:(
------------------------------------------------------------------------
Eunhyuk’s POV
Setelah latihan berjam-jam akhirnya istirahat pun datang. Aku langsung membuka email ku lewat iphone ku sambil mengelap keringatku dengan handuk kecilku. Kulihat ada pesan dari Hyunne, aku tersenyum dan membacanya.
Dia ingin bertanya sesuatu, kira-kira apa ya? Aku membalasnya, tidak lama kemudian Hyunne membalasku. ‘mian oppa kalau aku mengganggu. Hmm, apa kau tau siapa yg dimaksud eunhyuk di tweet nya itu? apa dia sudah punya pacar? Kau tau? Aku menangis ketika melihat itu, hatiku sangat sakitL
DEEGGGG!!!!! Setelah membaca pesan darinya itu, aku langsung menunduk, aku merasa bersalah, sangat merasa bersalah. Dia, orang yang kucintai menangis karena aku. Maksudku menulis di twitter seperti itu adalah agar dia tau perasaan ku, tapi babo nya aku, aku lupa dia belum mengetahui kebenarannya.
Aku harus membalasnya apa? ‘hei kamu jangan salah paham dulu Hyunne-ah, mungkin maksudnya adalah Indonesia, yaa ELF Indonesia:). Mereka kan akan mengadakan Sushow di sana, kamu sudah tau kan? Aku ikut loh hehe. jangan khawatir dia belum punya pacar aku jamin^^’
Aku akhirnya mengirimkan pesan itu. aku berusaha meyakininya, dan berusaha agar dia tidak curiga padaku. Aku langsung membuka twitterku dan menghapus tweet ku itu.
tak lama setelah itu hyunne membalasku. ‘jjinja?? Jjinja itu bukan untuk seorang wanita atau pacarnya? Jjinja kamu akan ke Indonesia juga?:D’
Sepertinya dia sangat senang dan lega atas penjelasan ku barusan, aku membalas ‘ne, Hyunne-ah. Sudah kamu jangan sedih lagi ya:). Iya aku akan ikut, nanti kubantu kamu bertemu dengan nya:) aku latihan dulu ya, nanti malam kita webcam-an ya, anyeong~’
Aku membalasnya sambil senyum-senyum, karna nanti malam aku akan face to face dengan nya lewat webcam. Namun tiba-tiba aku terdiam, aish selalu saja aku babo! Kalau webcam-an berarti dia melihatku dong? Terus aku harus bagaimana?
“Ayo semuanya, kita mulai lagi latihannya.” Teriak Leeteuk hyung tanpa aku sadari.
Ditengah kebingunganku (yang kesekian kalinya), Hyunne membalasku. ‘ne, oppa. Kini aku sudah legaJ. Baik oppa aku tunggu di Indonesia:). Oke nanti malam hubungi aku lagi, anyeong~’
Dan tiba-tiba Leeteuk hyung memanggilku, “Hyukkie, kamu tuli ya? Ayo cepat latihannya akan dimulai!”
“eh mianhae hyung, iya iya.” Aku yang panik langsung buru-buru menyimpan iphone ku dan berlari menuju tengah ruangan untuk berlatih.
-----------------------------------------------------------------------
Malam pun tiba, aku semakin bingung dan deg-deg an menunggu detik-detik webcam an. Aku kini berada di kamarku, ada Donghae dan Siwon juga disini. “SiHae? Bagaimana ini?” aku bertanya pada Siwon dan Donghae sambil mondar-mandir di tengah kamar, sedangkan Siwon duduk di kasurku dan Donghae duduk di kasurnya.
“hei kalian jangan diam sajaa, jawab akuu.” Aku tambah galau dengan kebisuan mereka.
“hei Hyukkie, jangan mondar-mandir begitu, aku pusing melihatmu. Lebih baik kamu duduk dan memikirkannya dengan tenang.” Siwon memberi usul.
“ayoo sini hyukkie..” ujar Donghae sambil menepuk-nepuk kasur menandakan menyuruhku duduk didekatnya.
“ne, aku duduk. Jadi bagaimana?” aku duduk disamping Donghae dan dia merangkul ku.
“Hyukkie, aku punya ide. Bagaimana kalau kamu memakai kacamata hitam dan topi? Atau masker dan topi? Atau kaca mata hitam, masker dan topi?” ujar Donghae menyarankan.
“ne, ide yang bagus!” aku nyengir dan langsung mencari barang-barang yang Donghae sebutkan tadi.
“Bagaimana? Aku masih kelihatan tampan kan?” ujarku setelah memakai ketiga barang itu.
“aish kamu ini, ne ne kamu tampan. Hei lebih baik kamu kebelakangkan topimu. Nah begini, itu lebih terlihat keren.” Siwon membuatku terlihat lebih baik.
“Thankyou siwon, I am so gorgeous, right? Hahahaha. Oke aku siap. Nyalakan laptopku.” Aku sudah siap face to face dengan pujaan hatiku itu.
“hei Hyuk, ada email masuk di iphone mu, sepertinya Hyunne.” Aku mengmbil iphone ku lalu membaca pesan dari Hyunne, sementara kedua sahabatku mempersiapkan laptop.
‘Hyukkie oppa, aku sudah siap. Aku tunggu di chatting room elf, ok?’
Aku membalas, ‘ne, aku datang.’ Lalu aku menaru iphone ku lagi dan menoleh ke arah SiHae. “bagaimana? Sudah siap? Aku harus bilang apa nanti?”
“sudah nih. Sudah jangan gugup, nanti kita bantu.” Ujar donghae sambil tersenyum.
Aku langsung duduk di depan laptop, sementara donghae dan siwon ada di depanku, tentunya di belakang layar laptop. Aku membuka chatting room dan langsung muncul wajah seorang gadis yang sangat cantik dan manis. Aku langsung mengaktifkan webcam ku.
“oppa?” dia menyapaku.
“hai, kamu bisa melihatku?” ujarku agak kikuk, aku gugup.
“ne, aku melihatmu kok. Wah kamu kenapa pake topi, kacamata hitam dan masker oppa?” ujar Hyunne dengan polos.
“eh? In..ini aku sedang terkena flu makanya aku pakai masker, mataku juga sedang sembab karna kurang tidur jadinya aku tutupi, kalau topi aku memang sangat suka memakai topi hehe.” Jawabku berbohong, semoga dia percaya.
“oohhh ne. hihi dasar kamu ini. Eh ada oppa mengajak ku webcam-an gini? Apa ada berita terbaru dari Eunhyuk?” Hyunne bertanya dengan semangat, membuat iya terlihat lebih cantik.
“eh? Aniyo. Aku hanya ingin melihatmu Hyunne-ah. Kamu cantik ya hehe” kalimat itu keluar begitu saja dari mulutku, SiHae cengar-cengir melihatku.
“aish kamu ini membuatku malu saja, gomawo oppa” dia tersenyum manis sekali.
“Sama-sama Hyunne-ah. Hangeul mu sangat fasih Hyunne-ah. Hebat! Hehe..” aku memujinya, ya Hangeul nya memang sangat baik.
“jjinja? Haha aku memang sudah lama sekali les Hangeul, bahkan sebelum mengenal SuJu, jadi wajar kalau fasih hehe. eh iya kamu benar-benar akan ikut rombongan SuJu ke Jakarta?”
“ne, aku akan kesana. Aku kan dancer, dan kebetulan aku terpilih. Tunggu aku disana yaa. Kita pasti akan bertemu,” aku tersenyum memandangnya, “dan kamu pasti akan bertemu dengan pangeran tampanmu itu." dan kini aku nyengir, aish aku lupa aku kan memakai masker.
“oppa, apa kamu bisa bernyanyi? Bernyanyilah untukku, aku akan menganggap kamu Eunhyuk ku, kamu sangat mirip dengannya oppa” dia tersenyum menatapku.
“ne, tunggu ya aku bingung mau nyanyi apa. Emmm.. oke sudah kutemukan lagunya. Ehemm ehemmm..” aku berdeham.
“naega animyeon andwae.. neo eobsin nan andwae.. na ireoke haru handareul tto illyeoneul.. na apado joha..nae mam dachyeodo joha nan, geurae nan neo hanaman saranghanikka…” aku bernyanyi penuh perasaan, hingga menitikan air mata, untung saja terhalang oleh kacamata ini.
“oppa? Aigo suaramu tak kalah bagusnya dengan Yesung oppa hehe aku menyukainya. Aku pikir suara Eunhyuk tidak sebagus suaramu haha” Dia terlihat sangat senang.
“ah kamu ini bisa saja, gomawo Hyunne-ah. Hahaha iya Eunhyuk takkan sebagus ini suaranya.” Aku berusaha ceria agar dia tak curiga padaku.
“tapi kamu tidak setampan Eunhyuk ku ituu hehe. Eh oppa, sudah larut nih, udahan yuu, aku sudah mengantuk hoaaaaaaammmmm..” dia menguap, aish dia terlihat lucu sekali.
“on ne, baiklah. Oke sampai ketemu di Jakarta, anyeoongg.” Aku melambaikan tangan padanya.
“iyaa oppa, anyeoongg.” Dia juga melambai. Dan KLIK! Aku sudah tak melihat dia lagi di layar laptopku.
“saranghae.. jeungmal saranghae..” ujarku sangat pelan sambil menunduk sedih, aku ingin sekali mengungkapkan isi hatiku, tapi belum saatnya.
Tiba-tiba aku mendengar suara cekikikan seseorang, eh kini menjadi 2 orang, 3 orang. Aigo! Aku lupa ada SiHae! Aduh malunya aku! Aku langsung menoleh ke depan dan, “YAAAA!!! Sedang apa kaliaaannn?” aku berteriak kaget melihat semua member ada di hadapanku, tawa mereka pun langsung meledak saat melihat ekspresi wajahku yang kaget.
Wajahku pasti sangat sangat merah kali ini, “se..sejak kapan kalian ada disini??” aku terbata-bata, masih merasa kaget.
“sejak kamu bilang ‘ne, tunggu aku bingung mau menyanyi apa’ hahahahaha.” Leeteuk hyung menjawabku.
“aigo! Ja..jadi kalian melihat saat ak..aku nya..nyanyi??” aku masih tergagap.
“yaa, dan kamu berani-beraninya memakai laguku ckck dasaarr, laguku jadi aneh saat kamu yang menyanyikannya Hyukkie hahahaha.” Kini Yesung hyung yang meledekku.
“ak..aku.. mianhae hyung. Hei SiHae, pasti kalian kan yang memanggil mereka semua kesini?” aku melirik ke arah SiHae.
Mereka saling berpandangan lalu ber-highfive dan berteriak “KABUURRR!!”
Aku langsung mengejar mereka yang berlari ke luar, “hei. Awas kalian!”
Yang lain hanya tertawa sekeras-kerasnya, bahkan Kibum pun terbahak-bahak. Lalu mereka berlari mengikuti aku. Yang tertinggal hanyalah Leeteuk hyung, dan dia berteriak “heeii, anak-anak tungguu! Ayo tiduur sudah malaamm!!!” namun kami tak menghiraukannya dan malam itu dipenuhi dengan kegaduhan kami.
-----------------------------------------------------------------------
Hyunne’s POV
Akhirnya hari yang ditunggu pun tiba. Hari ini mereka, boyband pujaanku, SUPER JUNIOR akan sampai di bandara pukul 2 siang. Dan malamnya, suatu yang sangat aku impikan dari dulu, sushow Indonesia!
Dari pagi aku sudah berada di bandara bersama teman-temanku yang juga ELF. Kami menunggu kedatangan mereka! Kini kami dan seluruh ELF yang datang sedang berada dipintu yang akan dilewati oleh rombongan SUPER JUNIOR. Kami berdiri di sepanjang jalan mereka menuju ke mobil. Kami sangat gugup menunggu mereka.
Sementara itu, tadi sebelum rombongan SUPER JUNIOR berangkat, Hyukkie oppa mengirimkanku email. Dia bilang sudah tidak sabar ingin bertemu denganku, dan dia akan memberikan kejutan untukku. Entahlah, aku bingung dengan orang ini, kami tidak saling kenal tapi dia sangat baik denganku. Aku sangat penasaran dengan kejutan darinya tersebut.
“MEREKA SUDAH DATANG! MEREKA SUDAH DATAAANGGG!!!” teriak beberapa orang ELF yang berada paling dekat dengan pintu. Aigoo! Aku deg-degan setengah mati.
Beberapa di antara kami menyiapkan kamera untuk mengabadikan moment itu. Kami mulai berteriak melihat seseorang yang sangat tampan, orang yang biasanya kami lihat dari layar kaca, kini kami melihatnya secara nyata! Leeteuk! Dia orang yang pertama muncul.
“AAAAHHHH!!! SUPER JUNIOR!!!! SARANGHAEE!!!!!!” berbagai macam teriakan terdengar disini. Kami histeris, sangat histeris!! Leeteuk melambaikan tangannya sambil tersenyum ramah, aigo dia sangat tampan!!
Dibelakang mereka ada Kangin, Shindong, Kyuhyun dan Sungmin! Aigo, telingaku hampir tuli karena teriakan kami sendiri! Mereka juga sangat tampan! Mereka tersenyum ramah pada kami, senyuman mereka membuat kami meleleh!
Kemudian dibelakangnya muncul Yesung, Ryewook, Henry dan Zhoumi! Teriakan kami semakin kencang dan menjadi-jadi! Mereka sangat tampan! Aigo aku hampir pingsan! Mereka juga tersenyum ramah pada kami. Aish, aku sangat gugup, aku menunggu Eunhyuk! Kemana Eunhyuk??
Dibelakang mereka ada Heechul, Hangkyung dan Kibum! Rasanya bandara ini seperti gempa karena teriakan kami! Mereka pun sangat tampan! Aigo aku tak bisa berkata apa-apa lagi, aku hanya bisa teriak! Meneriakkan nama mereka!
Aku terus melihat ke arah pintu. Kemana dia? Aku gugup! muncul Siwon dan Donghae! Dan tak lama kemudian, datanglah pangeranku, pujaan hatiku, cintaku! LEE HYUK JAE!! Aku langsung histeris seketika itu juga! Aku meneriakkan namanya! Aku hampir mati melihatnya! SiHae sangat tampan, tapi Eunhyuk lebih tampan!! Dia sangat-sangat tampan!
Akhirnya mereka menaiki mobil, dan sebelum masuk, Eunhyuk menoleh ke arah kami, dia melambaikan tangan! Kami terus berteriak, apalagi aku! Tapi tunggu, ada yang aneh dari Eunhyuk. Apa itu? Aku mencoba mengingat-ingatnya. Ya! Aku tau! Topi, kacamata dan maskernya! Aku pernah melihatnya? Tapi dimana? Aigo! Itu yang dipakai Hyukkie oppa waktu webcam an denganku! Apa dia..
“Hyunne!!” tiba-tiba suara Jenny mengagetkanku. “Jangan bengong! Mereka sudah pergi, apa kamu masih tidak percaya sudah melihat Eunhyuk secara langsung? Hahaha..” aku masih bengong memikirkan antara Hyukkie oppa dan Eunhyuk, “Aish ayo kita lekas pulang dan bersiap untuk Sushow nanti malam.” Dia langsung menarikku dengan paksa.
Aku masih terdiam di perjalanan pulang, aku masih memikirkan antara Hyukkie oppa dan Eunhyuk. Apa mereka adalah orang yang sama? Tapi mana mungkin dia ada di chatting room itu saat itu? Pikiranku begitu buntu, aku tidak bisa berpikir lagi.
Akhirnya aku sampai di rumah temanku yang tak jauh dari GOR Senayan, kami bersiap-siap di rumahnya yang lebih dekat ke Senayan. Dan akupun berusaha tidak memikirkan hal yang tadi aku pikirkan. Kami mulai bersiap dengan lekas.
------------------------------------------------------------------
Eunhyuk’s POV
Akhirnya sampai juga di Jakarta, aku tak sabar ingin bertemu dengannya. Aku bersiap-siap turun dari pesawat dan memakai topi, kacamata dan masker yang waktu itu aku kenakan saat webcam-an dengan Hyunne. Aku sengaja memakainya agar iya tau, aku ingin dia tau pelan-pelan siapa aku ini dan aku akan memberikan kejutan pada puncaknya nanti.
“Hei Hyukkie, kamu sudah siap?” Tanya Leeteuk hyung.
“Siap apa hyung?” aku bingung.
“aish kamu ini babo sekali Hyukkie, tentu saja ketemu Hyunne mu itu.” Leeteuk hyung menjelaskan.
“ooohhhhh. Hahahaha tentu saja sangat siap hyung! Tapi aku gugup sekali.” Aku menjawab.
“tenanglah, ayo kita turun.” Ajak Leeteuk hyung.
Saat sampai di pintu masuk bandara, aku mendengar teriak-teriakan dari ELF. Aish aku makin gugup saja, apa Hyunne ada disana? Aku memutuskan untuk berjalan paling akhir.
Setelah masuk, aigo suara teriakan mereka hampir merubuhkan bandara ini *author: Hyuk lebay*. Aku ingin sekali mencari-cari dimana Hyunne, tapi aku malu untuk mengangkat kepalaku, aku hanya bisa menunduk saja. Setelah sampai di pintu mobil, aku menoleh ke belakang untuk mencari Hyunne, tapi aku tidak dapat menemukannya. Akhirnya aku melambaikan tangan pada ELF dan langsung naik ke mobil.
Akhirnya sampai juga di hotel. Aku satu kamar dengan Heechul hyung. Aku merebahkan diri di kasur empuk itu, dan langsung membuka iphone ku. Aku mulai mengetik pesan, ‘Hyunne-ah, apa tadi kamu berada di bandara?’ aku langsung mengirimkan email tersebut.
Tidak lama, dia membalasnya. ‘ne, Hyukkie oppa. Akhirnya aku melihat Eunhyuk secara langsung. Aku sangat senang:D eh iya, td kamu yang mana Hyukkie oppa? Aku kan blm pernah melihatmu, kamu menutupi mukamu saat kita webcam-an dulu huh’
Aku tersenyum membaca emailnya itu, aku juga ikut senang. ‘aku tidak lewat situ Hyunne-ah, aku lewat jalan yang lain bersama beberapa orang.’ Aku berkilah.
Hyunne membalas, ‘oh begitu. Eh iya tapi ada yg aneh oppa. Topi, kacamata dan masker yang dipakai Eunhyuk sama seperti punyamu dulu.’
Aku tertawa membacanya, hahaha ternyata dia sadar. Aku membalas, ‘iya memang sama.’ Aku sengaja hanya menjawab begitu.
Dia membalas, ‘maksudmu?’
Aku tidak menjawab pertanyaan nya itu, ‘sampai ketemu nanti malam Lee Hyunne:) nanti akan kuhubungi lagi’
‘hei oppa, jawab pertanyaankuuuuuuuu’ dia meminta jawaban, namun aku tidak membalas emailnya lagi, aku sengaja ingin membuatnya penasaran.
“Hei monyet gila! Jangan nyengar-nyengir terus. Ayo kita harus siap-siap ke tempat konser!” suara Heechul hyung mengagetkanku.
“aigo aku kaget hyung. Ne ne aku akan siap-siap.” Aku meletakkan iphone ku dan mulai bersiap-siap.
------------------------------------------------------------------------
Dua jam sebelum konser, kini kami sedang berada di ruang artis. Kami sangat gugup. karena ini adalah sushow pertama tahun ini. Apalagi aku, yang akan bertemu orang yang aku cintai.
“Hyukkie, ini dia ketua panitia dari pihak Indonesia, bicaralah padanya.” Ujar Leeteuk hyung sambil membawa seseorang.
“baiklah. Eh hyung? Apa dia bisa bahasa korea?” aku bertanya dengan polos.
“bisa ko tenang saja.” Leeteuk hyung menepuk pundakku lalu duduk di sampingku.
“oh, anyeong ahjussi,” aku membungkuk lalu bersalaman dengannya, “ayo silahkan duduk” aku mepersilahkan.
“begini, kami punya satu permintaan pak. Anda sudah tau susunan acaranya kan?” aku mulai berbicara.
“ne Eunhyuk-ssi, hehe semoga berhasil ya kejutannya. Apa yang bisa kami bantu?” laki-laki itu bertanya, dan aku berbisik kepadanya.
“arasseo?” aku bertanya padanya setelah selesai memberi tahunya.
“oh, arasseo. Baik akan kami lakukan Eunhyuk-ssi.” Dia tersenyum ramah.
“gomawo..” aku membungkuk lagi dan bersalaman padanya. Dia pun pergi dan melaksanakan apa yang aku suruh.


to be continued...